Lompat ke konten

Authemic

System of Trust

  • WordPress Theme
  • AI
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Komunitas
  • Tanya Authemic
  1. Authemic
  2. React JS
  3. Cara Menggunakan useState di React untuk Membuat Interaksi Dinamis

Cara Menggunakan useState di React untuk Membuat Interaksi Dinamis

11/03/2026 oleh Mas Hedi

Halo Authemers jumpa lagi di Tutorial React JS dari 0 untuk Pemula. Pada bab sebelumnya Authemers sudah belajar tentang JSX HTML, komponen dan props, dua konsep penting yang menjadi fondasi React. Komponen membantu kita membangun UI dari potongan kecil yang bisa digunakan kembali, sementara props memungkinkan kita mengirim data ke dalam komponen.

📋 Daftar Isi

  • Apa Itu State dalam React?
  • Mengenal Hook useState
  • Mengubah State dengan useState
  • Mengapa State Sangat Penting?
  • Contoh Proyek: Counter Sederhana
  • Aturan Penting Saat Menggunakan State
  • Jangan Mengubah State Secara Langsung
  • State Bersifat Lokal
  • Perubahan State Memicu Render Ulang
  • Analogi State dalam Kehidupan Nyata
  • Menggabungkan State dan Komponen
  • Penutup

Namun sampai titik ini, aplikasi yang kita buat masih bersifat statis. Artinya, tampilan hanya menampilkan data tanpa bisa berubah berdasarkan interaksi pengguna.

Padahal dalam dunia web modern, hampir semua aplikasi bersifat interaktif. Pengguna bisa menekan tombol, mengisi form, memilih menu, atau melakukan berbagai aksi lain yang mengubah tampilan aplikasi.

📚 Baca Juga

  • Bab 3 — Komponen dan Props: Cara React Membangun Interface
  • Memahami JSX — Menulis HTML di Dalam JavaScript
  • tutorial react js dari 0 sampai mahirApa Itu React dan Cara Install React JS

Di sinilah konsep state mulai digunakan.

State adalah cara React menyimpan data yang bisa berubah selama aplikasi berjalan. Ketika state berubah, React secara otomatis memperbarui tampilan UI agar selalu sesuai dengan data terbaru.

Dengan kata lain, state membuat aplikasi React menjadi hidup.

Apa Itu State dalam React?

Secara sederhana, state adalah data yang dimiliki oleh sebuah komponen dan dapat berubah seiring waktu.

Berbeda dengan props yang hanya menerima data dari luar, state dikelola langsung oleh komponen itu sendiri.

Contohnya:

  • jumlah klik pada tombol
  • isi input dari pengguna
  • status login pengguna
  • item dalam keranjang belanja
  • data yang diambil dari API

Semua data yang bisa berubah seperti ini biasanya disimpan dalam state.

Jika kita kembali ke analogi sebelumnya tentang membangun UI dengan komponen seperti balok lego, maka state adalah data yang menentukan bagaimana balok tersebut terlihat saat ini.

Mengenal Hook useState

Untuk membuat state di React, kita menggunakan sebuah fitur bernama Hook.

Hook adalah fungsi khusus yang disediakan oleh React untuk menambahkan berbagai kemampuan ke dalam komponen.

Hook pertama yang hampir selalu dipelajari oleh developer React adalah useState.

Hook ini digunakan untuk:

  • membuat state
  • menyimpan nilai state
  • mengubah nilai state

Cara menggunakannya cukup sederhana.

Pertama kita perlu mengimpor useState dari React.

import { useState } from "react"

Setelah itu kita bisa membuat state di dalam komponen.

Contohnya:

function App(){

  const [count, setCount] = useState(0)

  return(
    <div>
      <h1>Jumlah klik: {count}</h1>
    </div>
  )
}

export default App

Mari kita pahami bagian paling penting dari kode ini.

const [count, setCount] = useState(0)

Baris ini melakukan tiga hal sekaligus:

  1. Membuat state bernama count
  2. Membuat fungsi untuk mengubah state yaitu setCount
  3. Menentukan nilai awal state yaitu 0

Artinya pada awal aplikasi dijalankan, nilai count adalah 0.

Mengubah State dengan useState

State menjadi menarik ketika kita mulai mengubah nilainya berdasarkan interaksi pengguna.

Misalnya kita ingin membuat tombol yang menambah jumlah klik.

Contoh:

import { useState } from "react"

function App(){

  const [count, setCount] = useState(0)

  return(
    <div>
      <h1>Jumlah klik: {count}</h1>

      <button onClick={() => setCount(count + 1)}>
        Klik Saya
      </button>
    </div>
  )
}

export default App

Mari kita lihat apa yang terjadi di sini.

Ketika tombol ditekan, React menjalankan kode berikut:

setCount(count + 1)

Artinya nilai count akan bertambah satu.

React kemudian secara otomatis merender ulang komponen dan menampilkan nilai terbaru.

Hasilnya:

Jumlah klik: 1
Jumlah klik: 2
Jumlah klik: 3

Setiap kali tombol ditekan, angka akan terus bertambah.

Inilah contoh interaksi sederhana yang dibuat menggunakan state.

Mengapa State Sangat Penting?

Dalam aplikasi nyata, hampir semua fitur bergantung pada state.

Misalnya:

Form login

State menyimpan nilai email dan password yang diketik pengguna.

Keranjang belanja

State menyimpan daftar produk yang dipilih.

Dashboard

State menyimpan data statistik yang ditampilkan.

Filter pencarian

State menyimpan kata kunci yang dimasukkan pengguna.

Tanpa state, aplikasi React hanya akan menjadi halaman statis tanpa interaksi.

Karena itu state sering disebut sebagai sumber kebenaran (source of truth) dalam komponen React.

Contoh Proyek: Counter Sederhana

Mari kita buat contoh kecil yang sering digunakan untuk memahami state, yaitu counter.

import { useState } from "react"

function App(){

  const [count, setCount] = useState(0)

  return(
    <div>
      <h1>Counter React</h1>

      <p>Jumlah saat ini: {count}</p>

      <button onClick={() => setCount(count + 1)}>
        Tambah
      </button>

      <button onClick={() => setCount(count - 1)}>
        Kurangi
      </button>
    </div>
  )
}

export default App

Ketika aplikasi dijalankan, pengguna bisa menekan tombol Tambah atau Kurangi untuk mengubah nilai counter.

React akan langsung memperbarui tampilan tanpa perlu menyentuh DOM secara manual.

Inilah kelebihan React dibandingkan pendekatan JavaScript tradisional.

Aturan Penting Saat Menggunakan State

Saat menggunakan state, ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan.

Jangan Mengubah State Secara Langsung

Contoh yang salah:

count = count + 1

React tidak akan mendeteksi perubahan ini.

Sebagai gantinya kita harus menggunakan fungsi setter.

setCount(count + 1)

State Bersifat Lokal

State hanya berlaku untuk komponen tempat ia dibuat.

Jika komponen lain membutuhkan data tersebut, biasanya kita mengirimnya menggunakan props.

Perubahan State Memicu Render Ulang

Setiap kali state berubah, React akan merender ulang komponen tersebut.

Inilah yang membuat tampilan selalu sinkron dengan data.

Analogi State dalam Kehidupan Nyata

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan state seperti panel kontrol dalam sebuah aplikasi.

Misalnya sebuah dashboard kendaraan.

Panel tersebut menampilkan informasi seperti:

  • kecepatan
  • bahan bakar
  • suhu mesin

Ketika nilai tersebut berubah, tampilan panel juga ikut berubah.

State dalam React bekerja dengan cara yang sama.

State menyimpan kondisi terbaru aplikasi, dan React memastikan UI selalu menampilkan kondisi tersebut.

Menggabungkan State dan Komponen

Ketika aplikasi semakin besar, biasanya kita memiliki banyak komponen yang memiliki state masing-masing.

Contohnya:

App
 ├── Navbar
 ├── Cart
 ├── ProductList
 └── Footer

Komponen Cart mungkin memiliki state untuk jumlah produk, sementara ProductList memiliki state untuk daftar produk yang ditampilkan.

Dengan cara ini React dapat mengelola aplikasi yang kompleks dengan struktur yang tetap rapi.

Penutup

Pada bab ini kita mulai mengenal konsep yang membuat React menjadi interaktif, yaitu state.

State adalah data yang dapat berubah selama aplikasi berjalan dan menentukan bagaimana tampilan UI ditampilkan kepada pengguna.

Untuk membuat state di React, kita menggunakan hook bernama useState.

Hook ini memungkinkan kita:

  • menyimpan nilai dalam komponen
  • mengubah nilai tersebut
  • memperbarui tampilan secara otomatis ketika data berubah

Dengan memahami state dan useState, Authemers sudah mempelajari salah satu konsep paling penting dalam React.

Pada bab berikutnya kita akan membahas bagaimana React menangani event dari pengguna, seperti klik tombol, input form, dan berbagai interaksi lainnya. Dari sinilah aplikasi React mulai terasa seperti aplikasi web modern yang benar-benar dinamis.

Kategori: React JS Tag: belajar react js, react js, tutorial react js

Navigasi artikel

Artikel sebelumnyaBab 3 — Komponen dan Props: Cara React Membangun Interface
Artikel berikutnyaApa Itu JavaScript dan Perannya dalam Website Modern

Artikel terkait

Bab 3 — Komponen dan Props: Cara React Membangun Interface 11/03/2026
Memahami JSX — Menulis HTML di Dalam JavaScript 07/03/2026
tutorial react js dari 0 sampai mahir Apa Itu React dan Cara Install React JS 06/03/2026
tutorial react js dari 0 sampai mahir Tutorial React JS Dari 0 Sampai Mahir 06/03/2026

Artikel Terbaru

  • 10 Tools AI Gambar Terbaik Tahun 2026 untuk Desain, Konten, dan Kreativitas Digital
  • Tutorial Lengkap Menggunakan Library Statistics di Python
  • Tutorial Membuat Kalkulator Saintifik dengan Python (Lengkap untuk Pemula)
  • Mengenal Library Math di Python dan Contoh Aplikasi Matematika Lengkap
  • BRIN Kembangkan Teknologi AI untuk Pertanian Presisi

Arsip

  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026

Kategori

  • AI
  • AI for School
  • AI Marketing
  • Article
  • Artificial General Intelligence
  • Bahasa Program
  • CSS
  • HTML
  • JavaScript
  • PHP
  • Product
  • Python
  • React JS
  • Story
  • True Story
  • Wordpress Theme

Artikel Populer

  • Sinergi AI & Blockchain: Solusi Krisis Kepercayaan Digital di Tahun 2026
  • 10 Tools AI Gambar Terbaik Tahun 2026 untuk Desain, Konten, dan Kreativitas Digital
  • Tren Otomatisasi AI yang Wajib Diketahui Profesional Muda
  • Filosofi PHP Native: Mengapa Menulis Kode dari Nol Masih Menjadi Skill Elit di 2026?
  • Dampak AI terhadap Ekosistem Web Development

Artikel Terkait

  • Bab 3 — Komponen dan Props: Cara React Membangun Interface
  • Memahami JSX — Menulis HTML di Dalam JavaScript
  • tutorial react js dari 0 sampai mahirApa Itu React dan Cara Install React JS
  • tutorial react js dari 0 sampai mahirTutorial React JS Dari 0 Sampai Mahir

Rekomendasi

  • 10 Tools AI Gambar Terbaik Tahun 2026 untuk Desain, Konten, dan Kreativitas Digital
  • Tutorial Lengkap Menggunakan Library Statistics di Python
  • Tutorial Membuat Kalkulator Saintifik dengan Python (Lengkap untuk Pemula)
  • Mengenal Library Math di Python dan Contoh Aplikasi Matematika Lengkap
  • BRIN Kembangkan Teknologi AI untuk Pertanian Presisi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Komunitas
  • Lisensi dan Hak Cipta
  • Privacy Policy
  • Register
  • Syarat & Ketentuan
  • Tanya Authemic
  • Tentang Kami
  • WordPress Theme
  • AI
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Komunitas
  • Tanya Authemic

agi ai ai driven search ai marketing algoritma apa itu agi apa itu css apa itu html artificial general intelligence artificial intelligence authemic belajar css belajar html belajar html pemula belajar python belajar react js computational thinking css digital desa etika algoritma html html untuk pemula industri 4.0 industri 5.0 jasa pembuatan website jasa website murah opendesa php php native python python untuk pemula react js revolusi industri sejarah industri sid tema wordpress tema wordpress gratis tutorial css tutorial html tutorial html pemula tutorial python tutorial python untuk pemula tutorial react js website desa wordpress

© 2026 Authemic · System of Trust · Autemic AI by Mas Hedi