Lompat ke konten

Authemic

System of Trust

  • WordPress Theme
  • AI
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Komunitas
  • Tanya Authemic
  1. Authemic
  2. Python
  3. Fase 1 – Pondasi Python: Mengenal “Ular” yang Ramah

Fase 1 – Pondasi Python: Mengenal “Ular” yang Ramah

08/03/2026 oleh Dede Sukarsih

Pengantar Python untuk Authemers dan Pelajar SMA

Bayangkan suatu sore di laboratorium komputer sekolah. Beberapa siswa duduk di depan layar laptop mereka. Di layar itu tidak ada game, tidak ada media sosial, hanya sebuah layar hitam dengan teks berkedip. Sebagian dari mereka terlihat ragu.

“Serius ini coding? Kok cuma tulisan?”

📚 Baca Juga

  • Tutorial Lengkap Menggunakan Library Statistics di Python
  • Tutorial Membuat Kalkulator Saintifik dengan Python (Lengkap untuk Pemula)
  • Mengenal Library Math di Python dan Contoh Aplikasi Matematika Lengkap

Pertanyaan itu sangat wajar. Banyak orang pertama kali melihat dunia pemrograman dengan perasaan yang sama. Terlihat rumit, terlihat teknis, bahkan kadang terasa seperti bahasa alien.

Padahal kenyataannya tidak selalu begitu.

Justru ada satu bahasa pemrograman yang dibuat dengan filosofi sangat berbeda. Bahasa ini dibuat agar manusia lebih mudah berbicara dengan komputer. Bahasanya sederhana, bersih, dan terasa hampir seperti membaca kalimat biasa.

Nama bahasa itu adalah Python.

Dan di sinilah perjalanan Authemers dimulai.

📋 Daftar Isi

  • Apa Itu Python?
  • Mengapa Python Sangat Populer
  • Menyiapkan Laboratorium Coding
  • Menginstal Python di Komputer
  • Instal Python di Windows
  • Instal Python di Linux
  • Instal Python di macOS
  • Menggunakan Code Editor: Visual Studio Code
  • Alternatif Tanpa Instalasi: Google Colab
  • Membuat Program Pertama Python
  • Membuat Kalkulator Sederhana dengan Python
  • Kuis
  • Tugas 1 – Memperbaiki dan Menjalankan Kalkulator Python
  • Langkah Pengerjaan
  • Pertanyaan
  • Tantangan
  • Tugas 2 – Simulator Nilai Ujian

Fase pertama ini adalah pondasi. Seperti ketika seseorang belajar naik sepeda, kita tidak langsung diajak lomba balap. Kita belajar dulu keseimbangannya, memahami bagaimana sepeda bekerja, lalu mulai mengayuh perlahan.

Begitu juga dengan Python.

Di fase ini kita akan memahami lima hal penting:

  1. Apa sebenarnya Python itu
  2. Mengapa Python sangat populer
  3. Bagaimana menyiapkan “laboratorium” coding
  4. Menulis kode pertama
  5. Bereksperimen dengan angka

Jika pondasi ini kuat, maka perjalanan ke dunia data science, AI, game, website, dan automasi akan jauh lebih mudah.

Mari kita mulai.

Apa Itu Python?

Python sering disebut sebagai salah satu bahasa pemrograman terbaik untuk memulai belajar coding. Bukan hanya karena ia populer, tetapi karena ia dirancang dengan filosofi yang sangat sederhana: kode harus mudah dibaca manusia. Jika seseorang membuka sebuah program Python, ia tidak seharusnya merasa sedang membaca teka-teki rumit. Ia seharusnya merasa seperti sedang membaca sebuah instruksi yang jelas dan logis.

Untuk memahami ini dengan lebih mudah, bayangkan komputer sebagai sebuah robot yang sangat pintar tetapi sangat kaku. Robot ini bisa melakukan perhitungan jutaan kali lebih cepat daripada manusia. Ia bisa membantu ilmuwan menganalisis data, membantu bank menghitung transaksi, bahkan membantu ilmuwan mengembangkan kecerdasan buatan. Namun robot ini memiliki satu kekurangan besar: ia tidak mengerti bahasa manusia.

Jika kita berkata kepada robot itu, “Tolong hitung sepuluh tambah lima,” robot itu tidak akan mengerti. Ia membutuhkan instruksi dalam bahasa mesin yang sangat rumit. Bahasa mesin itu bahkan sering hanya berupa angka nol dan satu. Menulis program langsung dalam bahasa tersebut tentu akan sangat sulit bagi manusia.

Python hadir sebagai penerjemah. Kita menulis instruksi dalam bahasa yang lebih dekat dengan bahasa manusia, lalu Python menerjemahkannya menjadi perintah yang dimengerti oleh komputer. Inilah alasan mengapa Python terasa lebih ramah bagi pemula. Banyak baris kode Python yang bahkan terlihat seperti kalimat biasa.

Sebagai contoh sederhana, bayangkan kita ingin membuat komputer menampilkan sebuah kalimat di layar. Dalam Python, kita hanya perlu menulis:

print("Halo Authemers!")

Satu baris kode sederhana ini akan membuat komputer menampilkan tulisan di layar. Bagi manusia, kode tersebut mudah dimengerti. Kata print berarti mencetak atau menampilkan sesuatu. Tulisan di dalam tanda kutip adalah teks yang ingin ditampilkan. Python kemudian mengambil instruksi tersebut dan menerjemahkannya menjadi bahasa mesin yang dipahami komputer.

Inilah keindahan Python. Ia membuat komunikasi antara manusia dan komputer terasa jauh lebih sederhana.

Mengapa Python Sangat Populer

Jika kita melihat dunia teknologi saat ini, Python hampir selalu muncul dalam berbagai bidang. Banyak perusahaan teknologi besar menggunakan Python dalam sistem mereka. Bahkan banyak teknologi modern seperti analisis data dan kecerdasan buatan dibangun menggunakan Python.

Salah satu alasan utama popularitas Python adalah karena keterbacaannya. Banyak bahasa pemrograman lain yang terlihat penuh simbol dan aturan rumit. Bagi pemula, ini sering menjadi penghalang mental yang besar. Python mencoba menghapus penghalang tersebut dengan membuat kode yang lebih bersih dan lebih dekat dengan bahasa manusia.

Bayangkan Anda membuka sebuah file program dan mencoba memahami apa yang dilakukan program tersebut. Dalam Python, sering kali kita bisa menebak fungsi program hanya dengan membaca beberapa baris kodenya. Hal ini membuat Python sangat cocok digunakan dalam pendidikan, terutama bagi siswa yang baru pertama kali belajar pemrograman.

Selain mudah dibaca, Python juga sangat fleksibel. Bahasa ini bisa digunakan untuk banyak hal. Seorang programmer Python bisa membuat berbagai jenis aplikasi tanpa harus berpindah bahasa pemrograman. Python bisa digunakan untuk membuat website, mengolah data dalam jumlah besar, membuat program automasi, hingga mengembangkan sistem kecerdasan buatan.

Bahkan di dunia ilmiah, Python menjadi salah satu alat utama para peneliti. Banyak ilmuwan menggunakan Python untuk menganalisis data penelitian, membuat simulasi ilmiah, atau memvisualisasikan hasil eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa Python bukan hanya bahasa pemrograman untuk pemula, tetapi juga alat yang sangat kuat bagi para profesional.

Ada juga sebuah filosofi terkenal dalam komunitas Python yang disebut Zen of Python. Salah satu kalimat paling terkenal dari filosofi ini adalah: Simple is better than complex. Artinya, kesederhanaan lebih baik daripada kerumitan. Filosofi ini mempengaruhi cara Python dirancang. Python berusaha membuat kode tetap sederhana dan jelas sehingga mudah dipahami oleh manusia.

Bagi pelajar dan komunitas seperti Authemers, filosofi ini sangat penting. Ketika belajar pemrograman, kita tidak ingin langsung tenggelam dalam kerumitan teknis. Kita ingin memahami konsep terlebih dahulu. Python membantu kita melakukan hal itu.

Menyiapkan Laboratorium Coding

Sebelum kita mulai menulis program, kita perlu menyiapkan lingkungan kerja terlebih dahulu. Jika seorang ilmuwan membutuhkan laboratorium untuk melakukan eksperimen, maka seorang programmer juga membutuhkan lingkungan yang tepat untuk menulis dan menjalankan kode. Tanpa lingkungan yang benar, belajar pemrograman akan terasa lebih sulit dari yang seharusnya.

Bayangkan seorang siswa ingin belajar kimia tetapi tidak memiliki tabung reaksi, tidak memiliki pembakar bunsen, dan tidak memiliki meja eksperimen. Ia mungkin masih bisa membaca buku kimia, tetapi ia tidak akan benar-benar memahami eksperimen tersebut. Hal yang sama berlaku dalam dunia pemrograman. Kita membutuhkan alat yang tepat agar proses belajar terasa praktis dan menyenangkan.

Dalam dunia Python, “laboratorium” kita terdiri dari tiga hal utama:

  1. Python itu sendiri (mesin yang menjalankan kode kita)
  2. Code editor (tempat kita menulis kode)
  3. Lingkungan eksekusi (tempat program dijalankan)

Kita akan mempelajari semuanya secara bertahap, mulai dari instalasi Python di berbagai sistem operasi hingga menjalankan Python secara online melalui browser.

Menginstal Python di Komputer

Langkah pertama adalah menginstal Python di komputer. Python tersedia secara gratis dan bisa digunakan di hampir semua sistem operasi modern. Tiga sistem operasi yang paling umum digunakan adalah:

  • Windows
  • Linux
  • macOS

Kabar baiknya, Python mendukung ketiganya dengan sangat baik.

Python dapat diunduh langsung dari situs resminya: Python.org

Di halaman tersebut terdapat tombol Download Python yang secara otomatis menyesuaikan dengan sistem operasi yang kita gunakan.

Namun cara instalasinya sedikit berbeda untuk setiap sistem operasi. Karena itu kita akan membahasnya satu per satu.

Instal Python di Windows

Banyak pelajar menggunakan Windows sebagai sistem operasi utama mereka. Untungnya proses instalasi Python di Windows cukup sederhana.

Pertama, buka browser lalu kunjungi situs resmi Python. Di halaman utama biasanya terdapat tombol Download Python. Klik tombol tersebut untuk mengunduh installer.

Setelah file installer selesai diunduh, jalankan file tersebut. Windows akan menampilkan jendela instalasi Python.

Di sinilah ada satu langkah penting yang sering terlewat oleh pemula.

Pada bagian bawah jendela instalasi terdapat sebuah pilihan bernama:

Add Python to PATH

Kotak ini harus dicentang ✅ sebelum kita menekan tombol install.

Mengapa ini penting?

PATH adalah daftar lokasi di komputer yang bisa diakses oleh terminal. Jika Python ditambahkan ke PATH, kita dapat menjalankan Python dari terminal di mana saja. Tanpa pengaturan ini, kita harus membuka Python dari folder instalasi secara manual, yang tentu kurang praktis.

Setelah mencentang pilihan tersebut, klik Install Now.

Proses instalasi biasanya hanya membutuhkan beberapa menit. Setelah selesai, Python sudah siap digunakan.

Untuk memastikan Python berhasil terpasang, kita bisa membuka Command Prompt atau PowerShell lalu mengetik perintah berikut:

python --version

Jika Python terpasang dengan benar, terminal akan menampilkan versi Python yang terinstal, misalnya:

Python 3.12.1

Itu berarti Python sudah siap digunakan.

Instal Python di Linux

Bagi pengguna Linux, situasinya sedikit berbeda. Banyak distribusi Linux sebenarnya sudah memiliki Python yang terpasang secara default.

Namun kita tetap perlu memastikan bahwa versi Python yang digunakan adalah versi terbaru.

Untuk memeriksa apakah Python sudah tersedia, buka terminal lalu ketik:

python3 --version

Jika Python sudah terpasang, terminal akan menampilkan versi Python yang tersedia.

Jika Python belum terpasang, kita bisa menginstalnya menggunakan package manager sesuai distribusi Linux yang digunakan.

Untuk Ubuntu atau Debian, perintahnya biasanya:

sudo apt update
sudo apt install python3

Untuk Fedora:

sudo dnf install python3

Untuk Arch Linux:

sudo pacman -S python

Setelah proses instalasi selesai, kita bisa kembali mengetik:

python3 --version

Jika versi Python muncul, berarti instalasi berhasil.

Salah satu kelebihan Linux adalah lingkungan terminalnya sangat kuat. Banyak programmer profesional menggunakan Linux karena fleksibilitasnya dalam mengelola software development.

Instal Python di macOS

Pengguna Mac juga bisa menjalankan Python dengan sangat mudah.

Versi macOS modern biasanya sudah memiliki Python bawaan, tetapi sering kali versi tersebut bukan versi terbaru. Karena itu biasanya lebih baik kita menginstal Python versi terbaru dari situs resmi Python.

Langkahnya hampir sama dengan Windows.

Pertama, buka situs resmi Python lalu unduh installer untuk macOS. File yang diunduh biasanya berbentuk .pkg.

Setelah file tersebut diunduh, buka file installer dan ikuti proses instalasi yang ditampilkan oleh sistem.

Setelah instalasi selesai, kita bisa membuka Terminal dan mengetik:

python3 --version

Jika versi Python muncul di layar, berarti instalasi berhasil.

Mac sering digunakan oleh banyak developer karena memiliki lingkungan Unix yang mirip dengan Linux tetapi dengan tampilan grafis yang lebih ramah pengguna.

Menggunakan Code Editor: Visual Studio Code

Setelah Python terpasang, langkah berikutnya adalah menyiapkan code editor.

Code editor adalah tempat kita menulis program. Meskipun kita sebenarnya bisa menulis kode Python menggunakan editor teks sederhana seperti Notepad, hal tersebut tidak nyaman untuk belajar pemrograman.

Karena itu kita menggunakan editor yang dirancang khusus untuk coding.

Salah satu editor terbaik untuk pemula maupun profesional adalah Visual Studio Code.

Visual Studio Code, atau sering disebut VS Code, adalah editor kode gratis yang dikembangkan oleh Microsoft. Editor ini sangat populer karena ringan, cepat, dan memiliki banyak fitur yang membantu programmer menulis kode dengan lebih efisien.

Untuk menginstal VS Code, buka situs resminya: https://code.visualstudio.com

Di halaman tersebut terdapat tombol download untuk berbagai sistem operasi. Pilih sesuai dengan sistem operasi yang digunakan, lalu unduh installer.

Setelah proses instalasi selesai, buka VS Code.

Namun sebelum kita mulai menulis program Python, kita perlu menambahkan satu fitur penting: ekstensi Python.

Gambar Visual Studio Code

Tampilan VS Code

Di dalam VS Code terdapat menu bernama Extensions. Menu ini biasanya ditandai dengan ikon berbentuk kotak di sisi kiri layar.

Klik menu tersebut, lalu cari ekstensi bernama Python yang dikembangkan oleh Microsoft. Klik tombol install untuk menambahkannya ke VS Code.

Ekstensi ini memberikan banyak fitur tambahan yang sangat membantu saat belajar Python. Misalnya:

  • pewarnaan sintaks yang membuat kode lebih mudah dibaca
  • saran kode otomatis
  • debugging
  • kemampuan menjalankan program langsung dari editor

Dengan ekstensi ini, VS Code berubah menjadi lingkungan pengembangan Python yang sangat nyaman.

Sekarang laboratorium coding kita hampir siap.

Alternatif Tanpa Instalasi: Google Colab

Tidak semua orang memiliki komputer yang siap digunakan untuk coding. Ada juga siswa yang menggunakan komputer sekolah, komputer pinjaman, atau perangkat dengan spesifikasi terbatas.

Untungnya, saat ini kita juga bisa menjalankan Python langsung dari browser tanpa harus menginstal apa pun.

Salah satu platform terbaik untuk ini adalah Google Colab.

Google Colab adalah layanan gratis dari Google yang memungkinkan kita menjalankan kode Python secara online. Platform ini sangat populer di kalangan peneliti dan praktisi data science karena menyediakan lingkungan Python lengkap langsung di cloud.

Untuk menggunakan Google Colab, kita hanya membutuhkan akun Google.

Buka alamat berikut di browser: https://colab.research.google.com

Setelah halaman terbuka, kita bisa membuat dokumen baru yang disebut Notebook.

Notebook ini terdiri dari sel-sel kode yang bisa dijalankan secara terpisah. Kita bisa menulis kode Python di dalam sel tersebut, lalu menekan tombol Run untuk menjalankannya.

Sebagai contoh, kita bisa menulis kode sederhana seperti ini di dalam sebuah sel:

print("Halo Authemers dari Google Colab!")

Ketika kita menjalankan sel tersebut, Colab akan langsung menampilkan hasilnya di bawah sel. Silahkan klik Link https://colab.research.google.com/drive/1h1u6y86pjrH8TNBryvU5sizQ6L8zzNjx?usp=sharing untuk test python.

Keuntungan besar dari Google Colab adalah kita tidak perlu menginstal Python atau library tambahan. Semua sudah tersedia di server Google. Bahkan untuk proyek yang lebih kompleks seperti machine learning, Colab bisa menyediakan GPU untuk mempercepat perhitungan.

Bagi pelajar dan komunitas seperti Authemers, Google Colab adalah alat yang sangat berguna. Kita bisa belajar Python dari mana saja selama ada koneksi internet.

Sekarang kita sudah memiliki beberapa pilihan lingkungan untuk belajar Python.

Jika menggunakan komputer pribadi, kita bisa menginstal Python dan menggunakan VS Code sebagai editor utama. Ini adalah metode yang paling umum digunakan oleh programmer.

Jika kita tidak ingin menginstal apa pun, kita juga bisa menggunakan Google Colab langsung dari browser. Cara ini sangat praktis dan cocok untuk eksperimen cepat.

Dengan alat-alat ini, laboratorium coding kita sudah siap digunakan. Kita sudah memiliki mesin Python untuk menjalankan program, editor untuk menulis kode, dan bahkan platform online sebagai alternatif.

Membuat Program Pertama Python

Dalam tradisi pemrograman, hampir setiap pemula memulai dengan program yang sama. Program ini dikenal dengan nama Hello World. Program ini sangat sederhana, tetapi memiliki makna simbolis yang besar. Ini adalah momen ketika seseorang untuk pertama kalinya berhasil membuat komputer menjalankan program yang ia tulis sendiri.

Di VS Code, kita bisa membuat file baru dan menyimpannya dengan nama halo.py. Akhiran .py menunjukkan bahwa file tersebut adalah program Python. Setelah file dibuat, kita bisa menulis beberapa baris kode sederhana.

print("Halo Authemers!")
print("Selamat datang di dunia Python.")

Jika program ini dijalankan, komputer akan menampilkan dua baris teks di layar. Meskipun terlihat sangat sederhana, ini adalah langkah pertama menuju dunia pemrograman yang lebih luas.

Dalam kode tersebut, kita menggunakan fungsi bernama print. Fungsi ini digunakan untuk menampilkan sesuatu di layar. Apa pun yang berada di dalam tanda kurung fungsi tersebut akan dicetak ke layar. Jika kita menulis teks, teks tersebut harus berada di dalam tanda kutip.

Konsep ini terlihat sangat sederhana, tetapi sebenarnya merupakan dasar dari banyak program yang lebih kompleks. Hampir semua program komputer pada akhirnya akan berinteraksi dengan pengguna dengan cara menampilkan sesuatu di layar.

Membuat Kalkulator Sederhana dengan Python

Setelah kita berhasil membuat komputer menampilkan teks, langkah berikutnya adalah memanfaatkan kemampuan komputer yang paling kuat: menghitung.

Komputer pada dasarnya adalah mesin penghitung yang sangat cepat. Python memungkinkan kita memanfaatkan kemampuan ini dengan sangat mudah. Jika kita menulis kode seperti ini:

print(10 + 5)

Python akan menghitung hasilnya dan menampilkannya di layar. Hal yang sama berlaku untuk operasi matematika lainnya seperti pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Menariknya, Python bisa langsung melakukan perhitungan tanpa perlu instruksi tambahan. Kita hanya perlu menuliskan ekspresi matematika di dalam fungsi print. Python akan menghitungnya terlebih dahulu, lalu menampilkan hasilnya.

Di sinilah pentingnya memahami perbedaan antara teks dan angka. Jika kita menulis angka di dalam tanda kutip, Python akan menganggapnya sebagai teks. Jika kita menulis angka tanpa tanda kutip, Python akan memperlakukannya sebagai nilai matematika yang bisa dihitung.

Perbedaan kecil ini sering menjadi sumber kebingungan bagi pemula, tetapi setelah beberapa kali latihan, konsep ini akan terasa sangat alami.

Kuis

Belajar pemrograman tidak akan terasa menyenangkan jika hanya membaca teori. Cara terbaik untuk memahami coding adalah dengan mencoba langsung menulis program sendiri.

Karena itu, ada sebuah tugas kecil yang bisa dicoba oleh para Authemers.

Buatlah sebuah file Python yang menampilkan tiga hal: nama lengkapmu, hobimu, dan hasil dari pengurangan tahun 2026 dengan tahun lahirmu. Program tersebut mungkin akan terlihat seperti ini:

print("Nama saya: Budi")
print("Hobi saya: bermain futsal")
print(2026 - 2008)

Ketika program ini dijalankan, Python akan menampilkan informasi tersebut di layar. Baris terakhir akan menghasilkan angka yang menunjukkan perkiraan umur.

Latihan kecil ini mungkin terlihat sangat sederhana, tetapi sebenarnya melatih beberapa konsep penting sekaligus. Kita belajar membuat file Python, menulis instruksi menggunakan fungsi print, serta melakukan operasi matematika dasar.

Tugas 1 – Memperbaiki dan Menjalankan Kalkulator Python

Pada tugas ini kalian akan mencoba menjalankan program Python berupa kalkulator sederhana. Program ini dapat melakukan beberapa operasi matematika seperti:

  • Penjumlahan
  • Pengurangan
  • Perkalian
  • Pembagian
  • Pangkat
  • Akar kuadrat
  • Persentase

Namun sebelum program dijalankan, kalian harus memperbaiki dan menjalankannya menggunakan Google Colab.

Langkah Pengerjaan

  1. Buka Google Colab
  2. Klik New Notebook
  3. Salin kode program berikut ke dalam satu cell.
"""
Kalkulator Sederhana untuk Siswa SMA
=====================================
Fitur:
- Penjumlahan (+)
- Pengurangan (-)
- Perkalian (×)
- Pembagian (÷)
- Pangkat (^)
- Akar Kuadrat (√)
- Persentase (%)
"""

def kalkulator():
    print("=" * 40)
    print("   KALKULATOR SEDERHANA - SISWA SMA")
    print("=" * 40)
    print()
    print("Pilih operasi:")
    print("1. Penjumlahan (+)")
    print("2. Pengurangan (-)")
    print("3. Perkalian (×)")
    print("4. Pembagian (÷)")
    print("5. Pangkat (^)")
    print("6. Akar Kuadrat (√)")
    print("7. Persentase (%)")
    print("8. Keluar")
    print()
    
    while True:
        try:
            pilihan = input("Masukkan pilihan (1-8): ")
            
            if pilihan == '8':
                print("Terima kasih telah menggunakan kalkulator!")
                break
            
            if pilihan not in ['1', '2', '3', '4', '5', '6', '7']:
                print("Pilihan tidak valid. Silakan pilih 1-8.")
                continue
            
            if pilihan in ['1', '2', '3', '4', '5']:
                a = float(input("Masukkan angka pertama: "))
                b = float(input("Masukkan angka kedua: "))
                
                if pilihan == '1':
                    hasil = a + b
                    print(f"Hasil: {a} + {b} = {hasil}")
                elif pilihan == '2':
                    hasil = a - b
                    print(f"Hasil: {a} - {b} = {hasil}")
                elif pilihan == '3':
                    hasil = a * b
                    print(f"Hasil: {a} × {b} = {hasil}")
                elif pilihan == '4':
                    if b != 0:
                        hasil = a / b
                        print(f"Hasil: {a} ÷ {b} = {hasil}")
                    else:
                        print("Error: Pembagian dengan nol tidak diperbolehkan!")
                elif pilihan == '5':
                    hasil = a ** b
                    print(f"Hasil: {a} ^ {b} = {hasil}")
            
            elif pilihan == '6':
                a = float(input("Masukkan angka: "))
                if a >= 0:
                    hasil = a ** 0.5
                    print(f"Hasil: √{a} = {hasil}")
                else:
                    print("Error: Tidak bisa menghitung akar dari bilangan negatif!")
            
            elif pilihan == '7':
                print("Menu Persentase:")
                print("a. X% dari Y")
                print("b. X adalah berapa % dari Y")
                sub_pilihan = input("Pilih (a/b): ").lower()
                
                if sub_pilihan == 'a':
                    persen = float(input("Masukkan persentase (%): "))
                    angka = float(input("Masukkan angka: "))
                    hasil = (persen / 100) * angka
                    print(f"Hasil: {persen}% dari {angka} = {hasil}")
                elif sub_pilihan == 'b':
                    x = float(input("Masukkan nilai X: "))
                    y = float(input("Masukkan total Y: "))
                    if y != 0:
                        hasil = (x / y) * 100
                        print(f"Hasil: {x} adalah {hasil}% dari {y}")
                    else:
                        print("Error: Total tidak boleh nol!")
                else:
                    print("Pilihan tidak valid!")
            
            print()
            
        except ValueError:
            print("Error: Mohon masukkan angka yang valid!")
            print()
        except KeyboardInterrupt:
            print("\nTerima kasih telah menggunakan kalkulator!")
            break

if __name__ == "__main__":
    kalkulator()

Klik tombol Run untuk menjalankan program.

Pertanyaan

Jawab pertanyaan berikut:

  1. Fungsi apa yang digunakan untuk menerima input dari pengguna?
  2. Perintah apa yang digunakan untuk menampilkan hasil ke layar?
  3. Apa yang terjadi jika pengguna memilih menu 8?
  4. Mengapa program menggunakan while True?

Tantangan

Tambahkan satu fitur baru pada kalkulator:

  • menghitung luas persegi
  • menghitung luas segitiga

Tugas 2 – Simulator Nilai Ujian

Pada tugas ini kalian akan membuat program Python yang mensimulasikan nilai ujian siswa. Program akan meminta pengguna memasukkan beberapa nilai mata pelajaran, lalu menghitung rata-rata nilai dan menentukan status kelulusan.

Jalankan program menggunakan Google Colab.

Langkah:

  1. Buka https://colab.research.google.com
  2. Klik New Notebook
  3. Salin kode berikut lalu jalankan.
print("=== SIMULATOR NILAI UJIAN ===")

nama = input("Masukkan nama siswa: ")

mtk = float(input("Nilai Matematika: "))
indo = float(input("Nilai Bahasa Indonesia: "))
inggris = float(input("Nilai Bahasa Inggris: "))
ipa = float(input("Nilai IPA: "))

rata = (mtk + indo + inggris + ipa) / 4

print("\n--- HASIL NILAI ---")
print("Nama:", nama)
print("Rata-rata:", rata)

if rata >= 75:
    print("Status: LULUS")
else:
    print("Status: TIDAK LULUS")

Kembangkan program dengan menambahkan:

  • predikat nilai, misalnya
    • A : ≥ 90
    • B : 80–89
    • C : 70–79
    • D : < 70

Program harus menampilkan predikat nilai siswa selain status lulus atau tidak.

Kategori: Python Tag: python, python untuk pemula, tutorial python, tutorial python untuk pemula

Navigasi artikel

Artikel sebelumnyaTutorial Python untuk Pemula Bareng Mas Hedi
Artikel berikutnyaFase 2: Variabel dan Data di Python

Artikel terkait

Tutorial Lengkap Menggunakan Library Statistics di Python 15/03/2026
Tutorial Membuat Kalkulator Saintifik dengan Python (Lengkap untuk Pemula) 15/03/2026
Mengenal Library Math di Python dan Contoh Aplikasi Matematika Lengkap 15/03/2026
20 Library Python Paling Penting untuk Pemula 12/03/2026

Artikel Terbaru

  • 10 Tools AI Gambar Terbaik Tahun 2026 untuk Desain, Konten, dan Kreativitas Digital
  • Tutorial Lengkap Menggunakan Library Statistics di Python
  • Tutorial Membuat Kalkulator Saintifik dengan Python (Lengkap untuk Pemula)
  • Mengenal Library Math di Python dan Contoh Aplikasi Matematika Lengkap
  • BRIN Kembangkan Teknologi AI untuk Pertanian Presisi

Arsip

  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026

Kategori

  • AI
  • AI for School
  • AI Marketing
  • Article
  • Artificial General Intelligence
  • Bahasa Program
  • CSS
  • HTML
  • JavaScript
  • PHP
  • Product
  • Python
  • React JS
  • Story
  • True Story
  • Wordpress Theme

Artikel Populer

  • Sinergi AI & Blockchain: Solusi Krisis Kepercayaan Digital di Tahun 2026
  • 10 Tools AI Gambar Terbaik Tahun 2026 untuk Desain, Konten, dan Kreativitas Digital
  • Tren Otomatisasi AI yang Wajib Diketahui Profesional Muda
  • Filosofi PHP Native: Mengapa Menulis Kode dari Nol Masih Menjadi Skill Elit di 2026?
  • Dampak AI terhadap Ekosistem Web Development

Artikel Terkait

  • Tutorial Lengkap Menggunakan Library Statistics di Python
  • Tutorial Membuat Kalkulator Saintifik dengan Python (Lengkap untuk Pemula)
  • Mengenal Library Math di Python dan Contoh Aplikasi Matematika Lengkap
  • 20 Library Python Paling Penting untuk Pemula
  • Belajar Fungsi dan Library Python

Rekomendasi

  • 10 Tools AI Gambar Terbaik Tahun 2026 untuk Desain, Konten, dan Kreativitas Digital
  • Tutorial Lengkap Menggunakan Library Statistics di Python
  • Tutorial Membuat Kalkulator Saintifik dengan Python (Lengkap untuk Pemula)
  • Mengenal Library Math di Python dan Contoh Aplikasi Matematika Lengkap
  • BRIN Kembangkan Teknologi AI untuk Pertanian Presisi
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Komunitas
  • Lisensi dan Hak Cipta
  • Privacy Policy
  • Register
  • Syarat & Ketentuan
  • Tanya Authemic
  • Tentang Kami
  • WordPress Theme
  • AI
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Komunitas
  • Tanya Authemic

agi ai ai driven search ai marketing algoritma apa itu agi apa itu css apa itu html artificial general intelligence artificial intelligence authemic belajar css belajar html belajar html pemula belajar python belajar react js computational thinking css digital desa etika algoritma html html untuk pemula industri 4.0 industri 5.0 jasa pembuatan website jasa website murah opendesa php php native python python untuk pemula react js revolusi industri sejarah industri sid tema wordpress tema wordpress gratis tutorial css tutorial html tutorial html pemula tutorial python tutorial python untuk pemula tutorial react js website desa wordpress

© 2026 Authemic · System of Trust · Autemic AI by Mas Hedi